wawuwalik79

>

Sabtu, 21 Maret 2015

ISLAM DATANG, PAGAN HILANG

ISLAM DATANG, PAGAN HILANG

Orang-orang Yahudi di negeri-negeri Arab merupakan kaum imigran yang besar, kebanyakan mereka tinggal di Yaman dan Yathrib. Di samping itu kemudian agama Majusi (Mazdaisma) Persia tegak menghadapi arus kekuatan Kristen supaya tidak sampai menyeberangi Furat (Euphrates) ke Persia, dan kekuatan moril demikian itu didukung oleh keadaan paganisma di mana saja ia berada. Jatuhnya Rumawi dan hilangnya kekuasaan yang di tangannya, ialah sesudah pindahnya pusat peradaban dunia itu ke Bizantium.

Gejala-gejala kemunduran berikutnya ialah bertambah banyaknya sekta-sekta Kristen yang sampai menimbulkan pertentangan dan peperangan antara sesama mereka. Ini membawa akibat merosotnya martabat iman yang tinggi ke dalam kancah perdebatan tentang bentuk dan ucapan, tentang sampai di mana kesucian Mariam: adakah ia yang lebih utama dari anaknya Isa Almasih atau anak yang lebih utama dari ibu - suatu perdebatan yang terjadi di mana-mana, suatu pertanda yang akan membawa akibat hancurnya apa yang sudah biasa berlaku.

Cara-cara penyembahan berhala orang-orang Arab dahulu itu banyak sekali macamnya. Bagi kita yang mengadakan penyelidikan dewasa ini sukar sekali akan dapat mengetahui seluk-beluknya. Nabi sendiri telah menghancurkan berhala-berhala itu dan menganjurkan para sahabat menghancurkannya di mana saja adanya. Kaum Muslimin sudah tidak lagi bicara tentang itu sesudah semua yang berhubungan dengan pengaruh itu dalam sejarah dan lektur dihilangkan. Tetapi apa yang disebutkan dalam Quran dan yang dibawa oleh ahli-ahli sejarah dalam abad kedua Hijrah - sesudah kaum Muslimin tidak lagi akan tergoda karenanya - menunjukkan, bahwa sebelum Islam paganisma dalam bentuknya yang pelbagai macam, mempunyai tempat yang tinggi.

Di samping itu menunjukkan pula bahwa kekudusan berhala-berhala itu bertingkat-tingkat adanya. Setiap kabilah atau suku mempunyai patung sendiri sebagai pusat penyembahan. Sesembahan-sesembahan zaman jahiliah inipun berbeda-beda pula antara sebutan shanam (patung), wathan (berhala) dan nushub.

Shanam ialah dalam bentuk manusia dibuat dari logam atau kayu, Wathan demikian juga dibuat dari batu, sedang nushub adalah batu karang tanpa suatu bentuk tertentu. Beberapa kabilah melakukan cara-cara ibadahnya sendiri-sendiri.

Mereka beranggapan batu karang itu berasal dari langit meskipun agaknya itu adalah batu kawah atau yang serupa itu. Di antara berhala-berhala yang baik buatannya agaknya yang berasal dari Yaman. Hal ini tidak mengherankan.

Kemajuan peradaban mereka tidak dikenal di Hijaz, Najd atau di Kinda. Sayang sekali, buku-buku tentang berhala ini tidak melukiskan secara terperinci bentuk-bentuk berhala itu, kecuali tentang Hubal yang dibuat dari batu akik dalam bentuk manusia, dan bahwa lengannya pernah rusak dan oleh orang-orang Quraisy diganti dengan lengan dari emas. Hubal ini ialah dewa orang Arab yang paling besar dan diletakkan dalam Ka'bah di Mekah. Orang-orang dari semua penjuru jazirah datang berziarah ke tempat itu.

Tidak cukup dengan berhala-berhala besar itu saja buat orang-orang Arab guna menyampaikan sembahyang dan memberikan kurban-kurban, tetapi kebanyakan mereka itu mempunyai pula patung-patung dan berhala-berhala dalam rumah masing-masing. Mereka mengelilingi patungnya itu ketika akan keluar atau sesudah kembali pulang, dan dibawanya pula dalam perjalanan bila patung itu mengijinkan ia bepergian. Semua patung itu, baik yang ada dalam Ka'bah atau yang ada di sekelilingnya, begitu juga yang ada di semua penjuru negeri Arab atau kabilah-kabilah dianggap sebagai perantara antara penganutnya dengan dewa besar. Mereka beranggapan penyembahannya kepada dewa-dewa itu sebagai pendekatan kepada Tuhan dan menyembah kepada Tuhan sudah mereka lupakan karena telah menyembah berhala-berhala itu.

Oleh karena itu, dan sebagai markas perdagangan jazirah Arab yang istimewa, Mekah dianggap sebagai ibukota seluruh jazirah. Kemudian Allah SWT menghendaki pula ia menjadi tanah kelahiran Nabi Muhammad, dan dengan demikian ia menjadi sasaran pandangan dunia sepanjang zaman. Ka'bah tetap disucikan dan Islam pun berkembang hingga kini.

Judaisme (Yahudisme), Kristen, dan Islam adalah tiga agama besar yang mengebohkan jazirah Arab dan sekitar. Ketika para penginjil menyusun injil-injil versi mereka (Markus, Lukas, Yohanes, Matius), Yahudi dan ajaran Kabalah murninya terdesak dan berbenturanlah agama Yahudi dengan Kristen. Ketika Islam datang dengan Muhammad SAW, maka Kristen menjadi kebingungan karena Islam menyatakan apa yang dikatakan pendahulunya bahwa Yesus (Isa) adalah nabi. Jangan heran jika melihat negeri di mana tiga agama besar lahir ini terkadang dekat dengan pagan kembali jika fanatisme mereka mencuat ke permukaan. Jika mereka kembali ke fitrah, mereka akan tetap menyembah Yang Maha Esa. [na/ fosmil.org]

Ibnu Sina dan 'Kitab Suci' Kesehatan

Ibnu Sina dan 'Kitab Suci' Kesehatan

Al Qanun 11 al-Tibb yang di Barat dikenal dengan Canons, boleh dikata merupakan 'kitab suci' ilmu kesehatan pada masanya. Tanpa merujuk ke buku tersebut, ilmu obat-obatan dan farmakologi dirasakan tidak akan sempurna. Tidak heran bila Ibnu Sina, pengarang buku tersebut begitu dihargai kejeniusan dan kontribusinya dalam ilmu kedokteran, sampai sekarang. Bahkan potret Ibnu Sina, hingga kini menjadi salah satu pajangan dinding besar gedung Fakultas Kedokteran Universitas Paris.

Ibnun Sina yang memiliki nama lengkap Abu Ali al-Hussein Ibn Abdallah, lahir di Afshana dekat Bukhara (Asia Tengah) pada tahun 981. Pada usia sepuluh tahun, dia telah menguasai dengan baik studi tentang Al Quran dan ilmu-ilmu clasar. Ilmu logika, dipelajarinya dari Abu Abdallah Natili, seorang filsuf besar pada masa itu. Filsafatnya meliputi buku-buku Islam dan Yunani yang sangat beragam.

Kemampuannya dalam bidang pengobatan sudah begitu mumpuni di usianya yang masih belia. Bahkan ketika usianya baru tujuhbelas tahun, dia sudah berhasil menyembuhkan penguasa Bukhara, Nun Ibn Manshur. Padahal sebelumnya para pakar kesehatan kerajaan sudah menyerah, tak satu pun yang mampu mengatasi penyakit sang raja.

Atas jasanya itu, Manshur bermaksud memberinya hadiah. Namun Ibnu Sina justru lebih memilih izin dari sang raja untuk diperkenankan meggunakan perpustakaan kerajaan yang dikenal memiliki koleksi buku-buku yang unik.

Setelah ayahnya meninggal, Ibnu Sina merantau ke Jurjan, dan bertemu dengan Abu Raihan al-Biruni, yang kala itu sangat termashur. Setelah itu dia pindah ke Rayy, dan melanjutkan perjalanan ke Hamadan, tempat yang memberinya inspirasi untuk bukunya yang terkenal, Al Qanun 11 al-Tibb.

Di Hamadan dia juga menyembuhkan sang penguasa, Syams al-Daulah, dari penyakit perut yang akut, sebelum melanjutkan lagi perjalanannya menuju Isfahan (kini Iran) untuk menyelesaikan karya-karyanya yang monumental.
Al Qanun fi al-Jibb

Al Qanun fi al-Tibb atau Norma-norma Kedokteran adalah sumbangan terbesar Ibnu Sina yang di Barat dikenal dengan Avicenna, terhadap ilmu pengetahuan. Karya yang matnpu bertahan selama enam abad ini diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard dari Cremena pada abad ke-12. Sejak saat itu Qanun menjadi buku wajib di sekolah-sekolah medis di Eropa. Pada abad ke-15 buku ini mengalami cetak ulang sebanyak enam belas kali. Lima belas cetakan dalam bahasa Latin, satu cetakan dalam bahasa Yahudi. Sedangkan pada abad berikutnya, Qanun mengalami cetak ulang sebanyak dua puluh kali.

Cameron Gruner pada tahun 1930 menerjemahkan sebagian isi buku itu ke bahasa Inggris dengan judul Risalah atas Norma Medis Avicenna. Dan selama lebih dari lima abad, Qanun menjadi pemandu bagi ilmu kedokteran di Barat. Tidak heran bila Dr. William Osier, penulis buku Evolution of Modern Science, mengatakan bahwa Qanun telah menjadi semacam 'kitab suci' kesehatan yang bertahan lebih lama dibanding karya mana pun.

Qanun boleh dikata merupakan Ensiklopedi Pengobatan yang sangat lengkap. Buku ini menelaah ulang pengetahuan kedokteran, baik dari sumber Islam maupun sumber-sumber kuna. Ibnu Sina tidak hanya menggabungkan pengetahuan yang telah ada tapi juga menciptakan karya-karya orisinal yang meliputi beberapa pengobatan umum, obat-obatan (760 macam), penyakit-penyakit mulai dari kepala hingga kakl, khususnya Patologi (ilmu tentang penyakit) dan Farmakopeia (Farmakope).

Di antara beberapa kontribusinya yang merupakan pengembangan besar adalah identifikasinya terhadap sifat-sifat penyakit menular seperti Pththsis dan Tuberculosis (TBC), penyebaran penyakit melalui air dan tanah, dan interaksi antara ilmu psikologi dan kedokteran. Ibnu Sina pula yang pertama kali menjelaskan tentang Meningitis (radang selaput otak) serta memberi penjelasan yang padat tentang anatomi, ginekologi, kesehatan anak, serta menemukan perawatan untuk Lachrymal Fistula, disusul dengan penyelidikan medis terhadap saluran pembuluh darah.

Hingga kini Qanun masih menjadi acuan para pakar untuk penyelidikan anatomi, karena buku ini mampu menjelaskan deskripsi secara gratis maupun penjelasan rinci mengenai Sclera, Kornea, Koroid, Iris, Retina, Lensa, Urat syaraf, juga Optic Chiasma. Dalam mendalami anatomi, Ibnu Sina menentang sikap praduga atau prakiraan. Dia mengimbau para pakar ilmu fisik dan ilmu bedah untuk kembali mendasarkan pengetahuannya pada studi tentang tubuh manusia. Dia mengamati bahwa Aorta sebenarnya terdiri dari tiga saluran yang terbuka saat darah mengalir dari dan di dalam jantung selama kontraksi, dan tertutup selama relaksasi, sehingga tidak akan terjadi luapan aliran darah ke dalam jantung.

Dia juga menegaskan bahwa otot dapat digerakkan karena adanya syaraf yang terdapat di dalamnya. Demikian pula rasa sakit yang dirasakan pada bagian otot, juga disebabkan adanya urat syaraf yang menerima rangsangan rasa sakit tersebut.

Lebih jauh dia mengadakan observasi dan menemukan bahwa ternyata di dalam organ hati, limpa dan ginjal, tidak ditemukan urat syaraf. Sebab urat syaraf justru tertanam pada lapisan luar organ-organ itu.
Karya-karya Lainnya

Selain ilmu pengobatan dan kesehatan, Ibnu Sina juga menyumbangkan pemikirannya pada ilmu matematika, fisika, musik, dan bidang-bidang lain. Penyelidikannya dalam bidang astronomi membuatnya berhasil merancang perangkat semacam Vernier yang meningkatkan ketepatan pengukuran suatu alat. Di bidang fisika, sumbangan pemikirannya mengenai bermacam bentuk energi, kalori, cahaya, mekanika, konsep gaya, ruang hampa udara, dan bilangan tak terhingga.

Dalam bidang kimia, Ibnu Sina adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak percaya pada transmutasi kimia logam. Pandangan ini ditentang secara radikal pada masa itu. Risalahnya mgngenai mineral merupakan salah satu sumber utama geologi yang digunakan oleh para ensiklopedis Kristen pada abad ke-13.

Penemuannya di bidang musik merupakan perbaikan dari karya Farabi (al-Pharabius), yakni dengan menemukan suatu rumus bahwa jika serangkaian konsonan dirumuskan (n + 1) / n, maka telinga tidak dapat membedakan konsonan tersebut pada n - 45. Lebih jauh dia mengatakan, penggandaan terhadap satuan seperempat dan seperlima pada konsep ini merupakan langkah benar menuju sistem harmonisasi.

Karya Ibnu Sina dalam bidang filsafat yang terkenal adalah Al-Najat, Isyarat, dan al-Shifa (buku yang berisi tentang penyembuhan penyakit) merupakan ensiklopedi filosofis. Di dalamnya berisi jangkauan pengetahuan yang luas, dari filsafat hingga ilmu pengetahuan. Filsafat Ibnu Sina merupakan penggabungan tradisi Aristotelian, pengaruh Neoplatonic dan teologi Islam.

Ibnu Sina mengelompokkan seluruh bidang ilmu ke dalam dua kategori besar, yakni: pengetahuan teoritis dan pengetahuan praktis. Pengetahuan teoritis meliputi fisika, matematika, dan metafisika, sedangkan pengetahuan praktis meliputi etika, ilmu ekonomi, dan ilmu politik.

Jenius yang satu ini tidak pernah berhenti mengembara, baik secara fisik maupun secara batin. Secara fisik, dia terus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, untuk memuaskan rasa ingin tahunya terhadap segala hal, serta untuk dapat belajar, belajar, dan belajar. Karena terlalu banyak memeras otak dan diperparah oleh gejolak politik pada masa itu, kesehatannya semakin memburuk. Akhirnya, pada tahun 1037 dia kembali ke Hamadan, dan meninggal di sana. (amanah)


IBNU SINA : "Bapak Kedokteran Dunia"

Abu Ali al Husain ibn Abdallah ibn Sina adalah nama lengkap Ibnu Sina, yang lebih dikenal sebagai "Aviciena" oleh masyarakat barat. Dia adalah salah seorang tokoh terbesar sepanjang zaman, seorang jenius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Dia lah pembuat ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat, Logika, Matematika, Astronomi, musik, dan puisi.

Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 980 M / 370 H di Afshinah, sebuah desa kecil tempat asal ibunya, di dekat Bukhara. Ayahnya, Abdullah, adalah seorang Gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di Bukhara. Sejak kecil ia telah memperlihatkan intelegensianya yang cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan, ia telah hafal al-Qur'an pada usia 10 tahun.

Nama Ibnu Sina semakin melejit tatkala ia mampu menyembuhkan penyakit raja Bukhara, Nooh ibnu Mansoor. Saat itu ia baru berusia 17 tahun. Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, setidaknya sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Namun Ibnu Sina menolaknya dengan halus. Sebagai imbalan ia hanya meminta izin untuk menggunakan perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Tujuannya adalah mencari berbagai referensi dasar untuk menambah ilmunya agar lebih luas dan berkembang. Kemampuan ibnu Sina yang cepat menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan membuatnya menguasai berbagai macam materi intelektual dari perpustakaan Kerajaan pada usia 21.

Setelah ayahnya wafat, ia meninggalkan Bukhara karena gangguan politik dan pergi ke kota Gorgan, yang tekenal dengan kebudayaannya yang tinggi. Dia diundang dengan tulus oleh Raja Khawarizm, pelindung besar kebudayaan dan pendidikan. Di Gorgan ia membuka praktek dokter, bergerak dalam bidang pendidikan, dan menulis buku. Setelah itu, Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalannya, antara lain ke Kota Ravy dan Kota Hamadan.

Sampai kini ilmunya yang ditulis dalam buku "Al Qanun Fi al-Tib" tetap menjadi dasar bagi perkembangan ilmu kedokteran dan pengobatan dunia. Karena itu Ibnu Sina menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan ilmu kedokteran dunia. Bukunya "Al Qanun" "diterjemahkan" menjadi "The Cannon" oleh pihak Barat, yang kemudian menjadi rujukan banyak ilmuwan abad pertengahan. Buku itu diantaranya berisi eksiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Bahkan diperkenalkan penyembuhan secara sistematis dan dijadikan rujukan selama tujuh abad kemudian (sampai abad ke-17).

Ibnu Sina meninggal pada tahun 1073, saat kembali di kota yang disukainya, Hamadan. Walau ia sudah meninggal, namun berbagai ilmunya sangat berguna dan digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang kini diderita umat manusia. (An)

Kamis, 19 Maret 2015

TEORI OPTIK IBNU HAITHAM

TEORI OPTIK IBNU HAITHAM

Melalui Kitab Al Manadhir, teori optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, teori Al Haytham ini dikutip banyak ilmuwan.

Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia -- yang menjadi dasar teori optik modern -- adalah ilmuwan Muslim asal Irak. Namanya Ibnu Al-Haitam atau di Barat dikenal dengan nama Alhazen. Lewat karya ilmiahnya, Kitab Al Manadhir atau Kitab Optik, ia menjelaskan berbagai ragam fenomena cahaya termasuk sistem penglihatan manusia.

Selama lebih dari 500 tahun, Kitab Al Madahir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Di tahun 1572, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus.

Bab tiga volume pertama buku ini mengupas ide-ide dia tentang cahaya. Dalam buku itu, Haytham meyakini bahwa sinar cahaya keluar dari garis lurus dari setiap titik di permukaan yang bercahaya.

Ia membuat percobaan yang sangat teliti tentang lintasan cahaya melalui berbagai media dan menemukan teori tentang pembiasan cahaya. Ia jugalah yang melakukan eksperimen pertama tentang penyebaran cahaya terhadap berbagai warna.

Dalam buku yang sama, ia menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam, dan juga teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi. Ia juga melakukan percobaan untuk menjelaskan penglihatan binokular dan memberikan penjelasan yang benar tentang peningkatan ukuran matahari dan bulan ketika mendekati horison.

Haytham mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Ia memberikan penjelasan yang ilmiah tentang bagaimana proses manusia bisa melihat. Salah satu teorinya yang terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.

Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya yang keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Haytham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat.

Dalam buku ini, ia menjelaskan bagaimana mata bisa melihat objek. Ia menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia.

Salah satu karyanya yang paling menomental adalah ketika Haytham bersama muridnya, Kamal ad-Din, untuk pertama kali meneliti dan merekam fenomena kamera obsecura. Inilah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai "ruang gelap". Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya.

Sementara dalam bukunya Mizan al-Hikmah, ia mendiskusikan kepadatan atmosfer dan membangun korelasi antara hal tersebut dengan faktor ketinggian. Ia juga mempelajari pembiasan atmosfer dan menemukan fakta bahwa senja hanya muncul ketika matahari berada 19 derajat di bawah horison. Dengan dasar itulah, ia mencoba mengukur tinggi atmosfer. Dalam bukunya, ia juga membahas teori daya tarik massa, suatu fakta yang menunjukkan ia menyadari korelasi percepatan dengan gravitasi.

Selain di bidang fisika, Ibnu Haytham juga memberikan kontribusi penting terhadap ilmu matematika. Dalam ilmu ini, ia mengembangkan analisis geometri dengan membangun hubungan antara aljabar dengan geometri.

Haytham juga membuat buku tentang kosmologi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Yahudi di abad pertengahan. Karya lainnya adalah buku tentang evolusi, yang hingga kini masih menjadi perhatian ilmuwan dunia.

Sayangnya, dari sekian banyak karyanya -- bukunya diperkirakan berjumlah 200 lebih -- hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al Manadhir, tidak diketahui lagi rimbanya. Orang hanya bisa mempelajari terjemahannya yang ditulis dalam bahasa Latin.

Ibnu Al-Haytham (965-1039)
Nama Lengkap: Abu Ali Muhammad Ibn al-Hasan Ibn al-Haytham
Nama Alias (Barat): Alhazen
Asal: Basra, Irak.
Teori yang dikembangkan: optik, pembiasan cahaya
Karya ilmiah: Kitab al-Manazir (Book of Optics).

Fakta Teori Optik
Yang Tercatat: Isaac Newton pada abad ke-17 mengembangkan teori mengenai lensa, sinar, dan bentuk prisma yang menjadi dasar bagi teori modern mengenai optik
Fakta: Pada abad ke-11 Al Haytham telah mengembangkan teori optik. Tak tertututp kemungkinan, teori Newton dipengaruhi olehnya, karena pada Abad pertengahan, teorinya sangat terkenal. Karyanya banyak dikutip ilmuwan Eropa. Selama abad ke-16 sampai 17, Newton dan Galileo mengombinasikan teorinya dengan temuan mereka.

Yang tercatat: Isaac Newton, pada abad ke-17, dalam teori konvergensi cahaya, menemukan bahwa cahaya putih terdiri dari beragam warna cahaya.
Fakta: Al Haytham (abad XI) dan Kamal Ad Din (abad XIV) pernah mengungkapkan hal yang sama. Newton bukan satu-satunya ilmuwan yang menyatakan teori itu.

Yang tercatat: Ilmuwan Inggris, Roger Bacon (1292) mengemukakan pertama kali tentang kegunaan lensa kaca untuk membantu pengelihatan. Lensa itu merupakan penyederhanaan bentuk dari hasil kerja Al Haytham. Pada waktu yang bersamaan, kaca mata dibuat dan digunakan di Cina dan Eropa.

Fakta: Ibn Firnas dari Spanyol sudah membuat kaca mata pada abad ke-9. Dia membuat dan menjualnya ke seluruh Spanyol dua abad sebelumnya.

(uli/RioL )

Penemu sirkulasi paru-paru adalah Ibnu Al-Nafis,

Penemu sirkulasi Paru-paru yaitu Ibnu Al-Nafis
Karena dianggap bertentangan dengan Galen, Michael Servetus dianggap menyimpang. Hukumannya, dirinya dan buku Christianismi Restitutio karyanya pun dibakar. Penemuan sirkulasi dalam paru-paru menjadi hal yang penting dan mengundang banyak perdebatan dalam dunia kedokteran. Pendapat yang diyakini selama ini, teori mengenai sirkulasi paru-paru -- kaitan antara pernapasan dan peredaran darah -- ditemukan oleh ilmuwan Eropa mulai abad ke-16. Penggiatnya berturut-turut adalah Servetus, Vesalius, Colombo, dan terakhir Sir William Harvey dari Kent, Inggris. Namun penelusuran sejarah lebih lanjut, dengan meneliti berbagai manuskrip dan objek sejarah lain, maka kejelasan mulai diungkapkan: penemu sirkulasi paru-paru adalah Ibnu Al-Nafis, ilmuwan Muslim abad ke-13. Adalah Dr Muhyo Al-Deen Altawi, fisikawan Mesir, yang mulai menyusur kanal-kanal sejarah sejak tahun 1924. Ia menemukan sebuah tulisan berjudul Commentary on the Anatomy of Canon of Avicenna di perpustakaan nasional Prussia, Berlin (Jerman). Saat itu, ia tengah belajar mengenai sejarah Kedokteran Arab di Albert Ludwig's University Jerman.

Tulisan dalam bentuk diktat itu, merunut pada konteks waktunya, dianggap sebagai karya tulis terbaik yang merangkai secara detil topik-topik anatomi, patologi, dan fisiologi. Diktat yang belakangan diketahui sebagai karya Ibnu Al Nafis ini juga mengungkap sesuatu yang mengejutkan: deskripsi pertama di dunia mengenai sirkulasi paru-paru!

Ia menguraikan lebih jauh konsep yang dipancangkan ilmuwan sebelumnya, Galen, pada abad ke-2. Konsep sirkulasi yang dikembangkan Galen menyebut adanya 'lorong rahasia' antara dua bilik jantung. Ia menguraikan bagaimana darah mencapai bagian kanan jantung dan bergerak menuju pori-pori yang tak terlihat di cardiac septum menuju bagian kiri jantung. Di sana darah bertemu dengan udara dan membangun sebuah 'kekuatan' sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Menurut Galen, sistem vena merupakan bagian yang terpisah dari sistem arteri saat mereka 'kontak' dalam pori-pori tak terlihat itu.

Namun, Ibnu Al-Nafis, berdasar pengetahuannya yang mendalam terhadap anatomi, memikirkan hal yang berbeda:
"...Darah dari kamar kanan jantung harus menuju bagian kiri jantung, namun tak ada bagian apapun yang menjembatani kedua bilik itu. Sekat tipis pada jantung tidak berlubang. Dan bukan seperti apa yang dipikirkan galen, tak ada pori-pori tersembunyi di dalam jantung. Darah dari bilik kanan harus melewati vena arteriosa (arteri paru-paru) menuju paru-paru, menyebar, berbaur dengan udara, lalu menuju arteria venosa (vena paru-paru) dan menuju bilik kiri jantung dan bentuk ini merupakan spirit vital..."

Dalam buku itu dia juga mengatakan:
"Jantung hanya memiliki dua kamar...dan antara dua bagian itu sungguh tidak saling terbuka. Dan, pembedahan juga membuktikan kebohongan yang mereka ungkapkan. Sekat antara dua bilik jantung lebih tipis dari apapun. Keuntungan yang didapat dengan adanya sekat ini adalah, darah pada bilik kanan dengan mudah menuju paru-paru, bercampung dengan udara di dalam paru-paru, kemudian didorong menuju arteria venosa ke bilik kiri dari dua bilik jantung..."

Mengenai anatomi paru-paru, Ibnu Al-Nafis menulis:
"Paru-paru terdiri dari banyak bagian, pertama adalah bronchi, kedua adalah cabang-cabang arteria venosa, dan ketiga adalah cabang-cabang vena arteriosa. Ketiganya terhubung oleh jaringan daging yang berongga."

Dia menambahkan lebih detil mengenai sirkulasi paru-paru:
"... Yang diperlukan paru-paru untuk transportasi darah menuju vena arteriosa adalah keenceran dan kehangatan pada jantung. Apa yang merembes melewati pori-pori pada cabang-cabang pembuluh menuju alveoli pada paru-paru adalah demi percampurannya dengan udara, berkombinasi dengannya, dan hasilnya memjadi sesuatu yang diperlukan di bilik kiri jantung. Yang mengantar campuran itu ke bilik kiri arteria venosa."

Kontribusi lain Ibnu Al Nafis adalah bantahannya tentang nutrisi bagi jantung. Avicenna menulis makanan jantung diekstrak dari pembuluh kecil dan didorong ke dinding. Kata Al Nafis:

"... Berbeda dengan pernyataannya (Avicenna-red) bahwa darah pada bagian kanan adalah untuk memberi makanan jantung adalah tidak benar sama sekali."
Eropa terlambat memahami

Sayangnya, pengetahuan yang sungguh penting dalam dunia kedokteran ini hanya populer di dunia medis Arab. Eropa baru mengetahuinya 300 tahun kemudian, saat Andrea Alpago dari Belluno menerjemahkan karya Al nafis itu dalam bahasa Latin tahun 1547. Kemudian, Michael Servetus menjelaskan teori sirkulasi paru-paru dalam buku teologinya yang berjudul Christianismi Restitutio pada tahun 1553. Dia menulis: "...Udara dan darah bercampur dan dikirim dari paru-paru menuju jantung melalui pembuluh arteri; bagaimanapun, percampuran itu terjadi di paru-paru. Warna cerah akan diberikan paru-paru, bukan jantung."

Dan, teori Servetus ini -- yang terkesan menjiplak Al Nafis -- dieksekusi oleh Gereja karena dianggap berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh Galen. Konsekuensinya, ia bersama bukunya dibakar. Andreas Vesalius mengikuti jejak Servetus menerangkan teori sirkulasi paru-paru. Dalam bukunya, De Fabrica, ia menulis persis seperti apa yang diuraikan Al Nafis. Pada edisi pertama buku Vesalius (1543), ia setuju dengan pendapat Galen bahwa darah dari bilik kanan menuju bilik kiri melalui sebuah sekat tipis.

Namun pada edisi keduanya, tahun 1555, ia sedikit meralatnya dengan kalimat: "Saya masih belum melihat bagaimana sekat yang sungguh tipis itu bisa mengalirkan darah dari bilik kanan menuju bilik kiri." Pendapat itu dikuatkan oleh Realdus Colombo (1559) dalam bukunya, De re Anatomica.

Penjelasan lebih rinci dikemukakan William Harvey. Pada tahun 1628 ia mendemonstrasikan langsung observasi anatomi di laboratorium hewan. Ia menjelaskan bagaimana darah berpindah dari bilik kanan, menuju paru-paru, lalu masuk ke bilik kiri jantung melalui vena paru-paru. Ia juga menunjukkan tak ada satupun pori-pori dalam sekat interventrikular jantung.

Ia menulis dalam monografnya: "Exercitatio anatomica de motu cordis et sanguinis in animalibus: Saya mulai berpikir tentang gerakan yang sangat cepat dalam lingkaran itu. Saya menemukan kebenaran bahwa darah dipompa dalam satu hentakan dari bilik kiri didistribusikan melalui pembuluh arteri ke seluruh bagian tubuh dan kembali melalui vena dan kembali ke bilik kanan, hanya setelah terkirim ke paru-paru dari bilik kanan."

Source: Republika Online

Baca Sejarah Ibnu Al Nafis :
-
http://www.islamset.com/isc/nafis/main.html
-
http://www.islamonline.net/English/Science/2002/08/article06.shtml
-
http://www.uua.org/uuhs/duub/articles/michaelservetus.html

Rabu, 04 Maret 2015

**SATANIC PROJECT / KINERJA SETAN**

**SATANIC PROJECT / KINERJA SETAN**
*MANUSIA KINI CENDERUNG SEMAKIN TENGGELAM KE DALAM KEANGKARA MURKAAN,ANARKISME DAN KEZALIMAN.
*IBLIS LEBIH KONSISTEN KETIMBANG MANUSIA,IBLIS LEBIH “BERKORBAN” KETIMBANG MANUSIA.

Ketika kita menyaksikan berita di media,banyak terjadi peristiwa kerusuhan,tawuran, kejahatan dan kezaliman di Indonesia maupun di luar negeri.Di Indonesia lihatlah Makassar sepertinya akrab dengan kericuhan,baru baru ini terjadi lagi, ketika berlangsung unjuk rasa menolak kenaikan BBM,yang semula damai kemudian tiba tiba berubah menjadi anarkis yang berakhir dengan bentrok berdarah antara aparat,mahasiswa dan warga.Juga di Batam KEPRI,terjadi bentrok antara oknum aparat TNI dengan Brimob.Juga sering terjadinya tawuran anak sekolah,perang antar warga kampung.Dengan batu,dengan bom molotof,anak panah,senjata tajam ,dan lain sebagainya,dengan begitu khidmat,semangat,gempita ,kadang dengan seruan takbir.Hasilnya? Pertumpahan darah,kematian,kerusakan sarana,kerusakan alam.Padahal semua itu hanya berawal dari masalah sepele,masalah yang sungguh takbernilai.Hanya atas nama “gengsi”.Sepertinya begitu mudah kini manusia larut terseret ke dalam buih buih angkara murka.
Saat menyaksikan semua peristiwa itu,maka janganlah pandang dengan kasat mata ,tetapi cobalah lihat dengan pandangan jauh,dengan mata halus,niscaya engkau akan menyaksikan peristiwa angkara murka itu bukan dilakukan oleh “manusia” melainkan dilakukan oleh jama’ah iblis yang tengah berpesta pora ditengah kerusuhan,kejahatan dan angkara murka yang terjadi.
Oleh karena itu apakah kita Kenal dengan iblis,syetan? Atau masih merasa bahwa kita adalah orang suci / merasa terbebas dari syetan,karena kita merasa telah berbuat baik dan menjadi orang baik baik? Sehingga kita punya pemahaman bahwa syetan itu bukan saya tapi makhluk jahat diluar saya !
Ternyata itu anggapan diri yang terlalu naif
 sobat.Sebab ternyata syetan itu sesungguhnya ya bagian dari diri kita.Maka syetan itu ya diri kita.Maka kau,aku dan kalian semua ada syetannya. (Saya juga baru tahu).
Maka,kapan dan bagaimana kita itu menjadi syetan,baiklah mari kita telusuri siapa sebenarnya syetan
 itu.Dan pertama kali saya mesti bilang sama syetan saya,”Tan,sory yah,gue ungkap rahasia loe,walaupun gue tahu rahasia loe yang lain masih banyak dan ga gue ngerti”.
Maka eksistensi syetan itu adalah merupakan bagian dari rahasia Tuhan,yang kadang membuat kita pusing,tak paham akan semua itu.Namun sebagai insan yang beriman,tentu kewajiban kita adalah “mengendalikan syetan”,dan janganlah seluruh hidup kita selalu di kendalikan oleh syetan.

   بِسْمِااللهِ رَّحْمنِالرَّحِيمِ
Aku berlindung dari godaan syetan (yang hasil perbuatannya dikutuk Tuhan),dan Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
“ Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan “.(QS.6:112).
Segala sesuatu di alam semesta ini,benda dan kehidupannya adalah ciptaan Tuhan.Dan segala sesuatu yang diciptakan Tuhan pasti dalam keadaan berpasang pasangan.Semua itu karena ke-Maha Kehendak-Nya (Iradah-QS.28:68) yang merupakan manifestasi dari Dzat-Nya yang Al-Muqtadir (Maha Berkuasa – QS.18:45 ) yang kemudian diimplementasikan melalui sistim Qada , Qadar dan Taqdir-Nya.
Maka,begitulah dalam kehidupan ini ada pahala ada dosa,ada syorga ada neraka,ada hidup ada mati,ada malaikat ada iblis,ada jin ada manusia,ada petunjuk ada kesesatan,ada syetan ada ketaatan,dan lain sebagainya.Semua itu tidak dapat dipisahkan,atau secuilpun kita tidak dapat menolak maupun menghindar dari ketetapan itu.Sebab tanpa neraka maka tak akan ada syorga,tanpa keburukan maka tak kan ada kebaikan.Begitu juga tanpa keberadaan iblis syetan,maka tak kan ada keimanan dan ketaatan.
KEBERADAAN IBLIS DAN SYETAN
Iblis dan syetan secara subyek itu berdiri sendiri,namun saling berkaitan.Tanpa keberadaan syetan,maka iblis tak dapat beraksi,begitu juga tanpa iblis,maka syetan tak dapat berfungsi.Target iblis adalah Jin dan Manusia,sebab jin dan manusia ditakdirkan memiliki akses untuk dimasuki iblis.
Syetan itu sifat,iblis itu trigernya (pemicu/biang keladi).Jadi saat iblis berhasil menguasai nafs syetani yang ada dalam diri kita,maka saat itulah kita menjadi syetan. Karena syetan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.
Maka iblis berada di luar manusia,syetan bertahta di dalam diri manusia.
PERBEDAAN IBLIS ,SYETAN , JIN , MANUSIA DAN ASAL USULNYA :
Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang berlaku perbuatan jahat, membangkang, tidak taat, anarkis, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.
الشيطان في لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد
“Syetan dalam perspektif Al-Qur’an digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).
Dinamakan setan, dari kata; syutun (Arab: شطون) yang artinya jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: الشيطان) ,“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan mausia.” (QS. An-Nas: 6).
Dengan demikian jika membicarakan iblis,maka didalamnya termasuk syetan,sedang jika membicarakan syetan,maka di dalamnya termasuk golongan iblis dan manusia iblis.Sebabyang termasuk golongan syetan itu adalah iblis dan manusia.(QS.06:112).
Sedangkan perbedaan jin dan manusia dengan iblis serta syetan adalah bahwa jin dan manusia makhluk yang di ciptakan untuk menyembah,beribadah pada Tuhan. QS.51:56).
Persamaannya antara iblis,syetan,jin dan manusia adalah sama sama memiliki fungsi dan tugas serta tanggung jawab masing masing.(“punya job masing masing mas bro”).
Pengetahuan khusus*
Sebenarnya kesemua itu (iblis , jin , syetan dan manusia) sama sama “pengabdi (melaksanakan tugas)” Tuhan.Maka makna “Aku berlindung dari godaan syetan yang terkutuk” itu adalah : bukannya Tuhan saklek mengutuk si syetan/iblis,melainkan Allah itu mengutuk manusia yang berlaku perbuatan syetan/iblis. Dan ketahuilah,IBLIS ITU LEBIH KONSISTEN KETIMBANG MANUSIA (QS.14:22),dan IBLIS itu LEBIH “BERKORBAN” KETIMBANG MANUSIA (QS.15:30 s/d 42).Mengapa? sebab iblis selama hidupnya tetap menjalankan misinya untuk mengajak manusia masuk ke dalam neraka dan iblis telah rela berkorban sebagai penghuni neraka.Beda dengan manusia kan,yang tidak konsis dan maunya masuk syorga tapi enggan berkorban mengikuti jalan-Nya.Giliran dimasukkan ke neraka,melolong lolong minta ampun.
Untuk penjabaran, asal usul tentang iblis , syetan , jin dan manusia selengkapnya silajkan kunjungi dan baca di link berikut :
HASIL KERJA IBLIS
Maka syetan Iblis itu ada dimana mana.Jangan mengira keberadaan syetan iblis itu hanya ada di dunia kejahatan,perjudian,pelacuran serta perseteruan semata,melainkan syetan iblis itu juga mampu berada pada orang orang baik,para ulama para pendeta,para bhiksu,para ustadz,para cerdik pandai dan ada pada seluruh relung relung kehidupan manusia.Makasyetan iblis itu juga mampu berada di masjid masjid,di gereja gereja,di biara biara dan tempat tempat yang dianggap manusia itu suci.
Semakin tinggi status,martabat,kelas dan derajat keimanan seseorang,maka semakin tinggi pula pangkat dan kesaktian syetan iblis yang mengkutinya.
Jika seseorang itu orang awam,ya jenis syetannya biasa biasa saja, awam.Maka jika kita adalah seorang Kyai / Guru / Ulama,bhiksu,pendeta,maka jenis syetan kita adalah “lebih kyai,lebih guru, lebih bhiksu dan lebih ulama” (ilmunya setingkat lebih -Red.) dari kita.Jika kita baru mampu khatam Al-Qur’an,maka syetan telah lebih dahulu menghafal Al-Qur’an.Jika kita mampu dan menguasai ceramah serta dalil dalil AL Qur’an,Injil,Wheda,maka syetan telah lebih mampu menguasai rahasia rahasia maknanya.
Maka tak heran banyak berita,seorang ustadz/pendeta/bhiksu dsb melakukan tindakan asusila terhadap wanita/murid
 wanitanya.Atau seorang anggota DPR terhormat tertangkap basah mengkonsumsi narkoba,atau oknum pejabat negara melakukan tindak pidana korupsi,dan sebagainya.Kemudian pada taraf masyarakat umum,maka terjadinya angkara murka,perseteruan dan kejahatan yang merajalela di tengah kehidupan masyarakat,semua itu adalah hasil kinerja iblis yang sukses menciptakan manusia manusia syetan .
CARA KERJA IBLIS MENCETAK MANUSIA MENJADI MANUSIA SYETAN :
*Dalam rangka menyesatkan manusia dari jalan yang lurus, syetan Iblis mempersiapkan cara dan jebakan-jebakan. Ada enam tingkatan jebakan yang dipasang syetan untuk menjerat manusia sebagaimana yang diterangkan para ulama, yaitu :
Pertama : Syetan akan berupaya menjerumuskan manusia ke lembah kekafiran atau kesyirikan.
Bila berhasil maka manusia yang telah terajak itu akan dijadikan kader untuk menjadi tentara iblis. Dan bila langkah tersebut tercapai, inilah puncak keberhasilan perjuangan syetan. Namun bila bani Adam selamat dari jebakan ini syetan akan menggunakan cara berikutnya.
Kedua : Syetan akan berusaha menjatuhkan manusia ke lembah bid’ah sehingga ia mengamalkan bid’ah dan menjadi ahlil bid’ah.
Pilihan lain yang syetan tempuh selanjutnya ini adalah menggiring manusia untuk melakukan ibadah yang telah dimasukkan ke dalamnya unsur-unsur bid’ah. Perbuatan bid’ah lebih dia senangi darpada berbuatan fasik atau maksiat. sebab perbuatan bid’ah membawa nama ibadah, padahal akibatnya justru akan merusak ibadah dari dalam. Apalagi yang melakukan bid’ah adalah tokoh yang terpandang, maka biasanya banyak jamaah yang terpengaruh karenanya.
Namun bila manusia itu termasuk ahli sunnah dan tidak mampu diperdaya, maka syetan akan menggunakan cara berikutnya.
Ketiga : Syetan akan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar.
Bila cara-cara diatas tidak mampu menggoyahkan seorang mukmin, maka setan akan memotivasi dengan bisikan ke dalam hati bahwa tak ada orang lain yang tahu bila sang ahli ibadah melakukan dosa, bila dia tergoda lalu melakukannya, seperti zina, membunuh, mencuri dll maka setan akan melihat apakah sudah layak aib ini diperlihatkan kepada khayalak ramai.
Bila menurut pertimbangan syetan sudah layak, diajaknya orang tersebut untuk berbuat dosa besar didepan orang lain sehingga terbukalah aibnya. Dengan cara ini dia akan dijauhi orang lain, nasihatnya tidak akan didengar lagi, lalu berkuranglah jumlah ulama. Namun bila Allah menjaganya, maka syaithan akan menggoda dengan cara lain.
Keempat : Syetan akan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil dan menganggapnya remeh,
Bila syetan tak mampu mengajak seorang ahli ibadah untuk melakukan dosa besar, maka dia akan berusaha untuk membawanya agar berbuat dosa yang kecil, sebab dengan berbuat dosa yang kecil, orang akan mudah untuk terus berbuat dosa sehingga akhirnya akan menjadi besar.
Kelima : Syetan akan menyibukkan manusia dengan perkara mubah sehingga mereka lalai dari perkara pokok.
Cara kelima ini juga akan diupayakan syaithan jika cara diatas tidak ampuh. Yaiut syetan akan berupaya untuk menyibukkan dengan perbuatan yang mubah. Yaitu perbuatan yang tidak termasuk dosa dan tidak pula termasuk amal ibadah yang mendapat pahala.
Akan tetapi dengan kesibukannya ini dia akan meninggalkan hal-hal yang berfaedah. Seperti banyak tidur, banyak makan dan minum, banyak begadang tapi tidak untuk beribadah, tapi untuk menonton bola contohnya. dll
Namun bila bani Adam selamat dari perangkap ini, maka syetan akan menggunakan cara yang terakhir.
Keenam : Syetan akan menyibukkan manusia dengan amalan yang rendah nilai pahalanya,
Cara terakhir yang diupayakan setan untuk menggoda manusia adalah membuat manusia tersebut sibuk dengan amal yang kurang utama atau amalan yang rendah nilai pahalanya dibanding dengan amalan yang lebih utama untuk dikerjakan. Dalam hal ini tentu sulit untuk diketahui bahwa itu termasuk program setan juga. misalnya dia menyibukkan bani Adam dengan amal sunnah sehingga melalaikannya dari amal wajib, dan lain sebagainya.
Demikian seterusnya (see at : Madakhilus Syaithon ‘alas shalihin 9-10)
Bila ada seorang yang selamat dari enam perangkap syaithan tersebut, maka dia termasuk hamba Allah yang ikhlas yang tidak dapat digoda oleh syaithan dengan taufiq dan hidayah dari Allah Ta’ala.
AKIBAT DIRI KITA MENJADI SYETAN / MANUSIA IBLIS
Akan menghadirkan seluruh laku perbuatan yang menampilkan amarah,kesombongan,angkara murka,kezaliman,pertumpahan darah ,yang pada akhirnya berujung pada kerugian,kematian, kerusakan pada manusia lain,pada lingkungan serta pada alam.
Lihatlah maraknya angkara murka dimana mana.Lihatlah anarkisme dimana mana,di Makassar sedikit sedikit bentrok,sedikit sedikit tawuran,
kerusuhan.Juga di Jogyakarta,juga diJakarta.Juga di anak anak sekolah yang tawuran,juga di gedung DPR,juga di kalangan santri yang mudah di adu domba dan di poltisasi.Dan di belahan negara Timur tengah,Eropa,Rusia kini semakin tak terkendali keangkara murkaan.
SIAPA MANUSIA YANG RENTAN BISA MENJADI MANUSIA SYETAN ITU ?
1.Orang orang musrik ,kafir (ingat ! kekafiran bukan berarti hanya orang orang diluar Islam,kita yang mengaku Islam kadang tak menyadari akan kekafirannya).QS.16:100.
2.Orang orang yang menjadikan syetan sebagai
 pemimpin.QS.43:36
3.Orang orang yang lupa mengingat
 Tuhan.QS.58:19
4.Orang orang yang kurang ilmu dan enggan mencari ilmu
5.Orang orang golongan munafik
6.Orang orang golongan fasikin :
-Yang selalu berbuat keji dan kotor.(
QS.02: 169)
-Yang selalu berbuat jahat dan kikir .(
QS.02:268).
-Yang gemar minuman keras,(narkoba) dan perjudian.(
QS.05:90).
-Memelopori permusuhan dan kebengisan serta Menghalangi manusia dari mengingat Tuhan.(
QS.05:91).
7.Yang bersikap angkuh penuh kesombongan dan rakus.
8.Yang menyuruh perbuatan munkar.(
QS.24:21).
Dan temannya syetan adalah orang orang pemboros,bermewah mewah dan pamer.(
QS.17:27).
Ancaman Tuhan di dunia bagi manusia yang berlaku perbuatan syetan :
1.Mendapat kerugian,selalu menemui kesialan,was was,tidak merasakan nikmat berkah Tuhan,masuk penjara,digebukin orang,kesal,putus asa,dan sebagainya.
2.Tidak mendapat
 petunjuk-Nya.Yang tadinya harusnya aman menjadi salah jalan hingga mendapat aral,dan sebagainya.
Ancaman Tuhan di akherat bagi yang berlaku perbuatan syetan :
1.Menghadapi hari yang berat di gurun Masyar dan siksa di neraka.
2. Merasakan penyesalan yang menyekat kerongkongan seumur masa di akherat.
(selanjutnya tak perlu dijabarkan disini sebab tentang ancaman Tuhan bagi yang berlaku perbuatan syetan telah banyak keterangan keterangannya,silahkan mengaji saja).
NAMA NAMA /JENIS SYETAN IBLIS YANG MENGUASAI MANUSIA :
Ini hanya diantaranya :
*Jenis Iblis yang menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan itu banyak sekali. Bahkan para ulama ada berpendapat bahwa dalam menyesatkan manusia Iblis itu mem¬punyai spesifikasi keahlian tersendiri sesuai dengan bidangnya. Yang ahli menggoda orang shalat tugasnya hanya menggoda orang shalat, yang ahli mengkufurkan orang yang beriman tugasnya hanya mengkufurkan dengan berbagai tipu daya dan propaganda yang menyesatkan, begitu seterusnya.
Bersumber dari Umar bin Khatab ra : Bahwa Keturunan Iblis yang mempunyai tugas menggoda dan menjerumuskan manusia (ke lembah kesesatan) itu ada sembilan, yaitu: Iblis Zailatun,Wawatsin,Akwan,Hafaf,Wamurah,Laqwas,A’war,Al-Wasnan dan Dasim.
Iblis Zailatun (زَيْلَة ٌ )
Iblis ini bertugas untuk menjerumuskan para pedagang di pasar agar berdusta, mau me¬ngurangi timbangan, membuat onar diantara para pedagang, dan melakukan bujuk rayu kepada para pedagang agar melakukan pe¬nyimpangan dan kecurangan dalam aqad jual beli, dengan diiming-imingi agar cepat kaya.
Ajakan Iblis diatas itu jelas bertentangan dengan syari’ah, merusak ekonomi umat, menanamkan mental binatang yang segala cara dalam meraih kesuksesan, serta me¬numbuhkan jiwa egoistisme dan material-isme yang membabi-buta. Kalau ini sudah ditanamkan oleh Iblis, maka dengan sendiri¬nya orang itu akan senang-berenang dalam lumpur kemaksiatan dan kedurhakaan.
Karena itu, ada ancaman berat bagi siapa saja yang mengikuti ajakan Iblis Zailatun untuk melakukan kecurangan dalam jual beli.
Ada keterangan yang bersumber dari Abu Dzar ra., ia berkata: Rasulullah saw pemah bersabda:
ثَلاَثَةُلاَيَنْظُرُاللهُ اِلَيْهِِِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِوَلاَ يُزكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْم
Ada tiga orang dimana Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat (tidak memberikan rahmat), tidak membersihkan dosa mereka, dan mereka (juga) akan mendapat siksaan yang amat pedih.
Abu Dzar ra berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan (hal tersebut) sampai tiga kali :
“Aku berkata: Mereka akan menyesal dan merugi, siapa mereka itu Ya Rasulullah?. Lalu beliau bersabda:
a). Orang yang menurunkan kain¬nya (hingga menutupi kedua mata kakinya)
b). Orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya.
c). Dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu. (HR. Muslim)
Larangan untuk melakukan kecurangan dalam jual beli juga disebutkan dalam Al¬-Qur’an
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka mengurangi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan.” (QS. Al-Muthaffifiin :1-6)
Itulah diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Zailatun, yang melaku¬kan kecurangan dalam berdagang.
Cara Iblis Zailatun menjerumuskan para pedagang adalah dengan menakut-nakuti kebangkrutan jika berbuat jujur dalam berdagang, dan mengiming-imingi akan cepat kaya, cepat berhasil dan sukses jika mau berbuat curang dalam berdagang. jika orang yang berdagang itu lemah imannya, ambi¬sius dan materialistis tentu ia akan mudah terjebak dalam bujuk rayu Iblis Zailatun. Akhimya ia akan menjadi pengikut setia Iblius Zailatun.
Iblis Wawatsin
Iblis Wawatsin dalah Iblis yang bertugas menggoda dan menjerumuskan orang yang beriman agar selalu menggerutu, tidak sabar dan tidak ikhlas setiap kali menerima musi¬bah, atau cobaan dari Allah Ta’ala.
“Sesungguhnya wanita-wanita yang merintih (lantaran menerima musibah) ini akan dijadikan kelak di hari kiamat dua barisan dalam neraka jahannam, satu barisan berada disebelah kanan penduduk neraka dan satu barisan lagi berada disebelah kiri, akhirnya mereka menggonggong kepada penduduk ahli neraka, sebagai¬mana layaknya anjing-anjing yang menggonggong.” (HR. Ath-Thabrani).
Padahal orang yang meratapi musibah dengan menggerutu sampai merobek-robek pakaiannya adalah dosa. Tindakan seperti ini merupakan cermin dari ketidak-ikhlasan atas takdir Allah, sepertinya ia menyalahkan Allah, yang menghilangkan kesenangan dirinya, padahal semua apa yang ada di alam ini telah ditentukan oleh Allah masanya atau kehancurannya. Oleh karena itu, sya¬ri’ah memerintahkan untuk bersabar dan ikhlas setiap kali menerima cobaan dan mu¬sibah dari Allah Ta’ala, sebab setiap musibah itu ada hikmah yang terkandung didalam-nya. Allah mengancam akan menyiksa terhadap orang yang tidak bersabar dalam menerima musibah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang lain disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:
“Tidak termasuk umat kami yang sempurna orang yang menampari pipinya sendiri (ketika menerima musibah), merobek-robek leher bajunya sendiri dan meratapi mayat, sebagaimana kebiasaan orang-orang jahiliyah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikianlah diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Wawatsin. Se¬hingga ia selalu mengerutu setiap kali menerima musibah. Iblis ini dalam menjerumus¬kan orang yang beriman ke dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran adalah dengan menanamkan rasa ketidak-puasan terhadap takdir Allah, mempengaruhi jiwanya agar memberontak ketika menerima musibah, membakar emosinya dan menghilangkan sifat sabarnya.
Jika seseorang sudah tidak mampu mengendalikan emosinya, maka Iblis dengan mudah menjerumuskan dirinya ke dalam perbuatan munkar. Hanya keima¬nan dan ketakwaan yang kuat serta kesa¬baran yang tinggi yang dapat menangkal¬nya dari gangguan dan bujuk rayu Iblis Wawatsin.
Iblis Akwan
lblis ini bertugas menyesatkan dan mem¬pengaruhi para remaja dan pimpinan umat supaya selalu berbuat dzalim, menjauhi hal-¬hal yang ma’ruf, menanamkan kesenangan berbuat munkar dan maksiat.
Cara yang digunakan oleh Iblis Akwan da¬lam menjerumuskan remaja yang beriman ke dalam lembah kemaksiatan adalah bermacam-macam. Perbuatan yang jelas mun¬karnya itu dikemas dengan baik sehingga tidak terkesan sebagai perbuatan maksiat, hal ini dilakukan-oleh Iblis Akwan untuk menarik simpati dari remaja beriman agar mau melakukannya. Termasuk memper¬halus istilah-istilah yang berbau maksiat dan munkar, ini dilakukan untuk menghilang¬kan kesan maksiat, dengan demikian remaja akan mudah dibujuk dan dirayu untuk di¬jebloskan ke dalam dunia sesat yang jauh dari tuntunan agama.
Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:
“… tetapi setan (Iblis) menjadikan umat-umat itu memandang baik perbutan meeka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih. (QS. An-Nahl 16:63)
Dalam menyesatkan para pemimpm umat, Iblis Akwan selalu mendorong para pemim¬pin itu untuk berbuat dzalim, merampas hak rakyat, bertindak sewenang-wenang, korupsi, manipulasi, serta Iblis Akwan juga mena¬namkan rasa ketakutan dihati para pemimpin akan kemiskinan jika mereka tidak mau berbuat dzalim, curang dalam bertindak, mumpung masih berkuasa agar kekuasaan¬nya itu digunakan sebaik mungkin untuk berbuat munkar dan maksiat, baik teihadap rakyatnya maupun terhadap Allah. Kalau ini sudah berhasil, maka Iblis Akwan akan lebih mudah lagi menenggelamkan mereka ke¬dalam lumpur kemaksiatan, akhimya jadilah mereka pemimpin yang durhaka.
Untuk para pemimpin yang berbuat dzalim seperti diatas itu, Allah mengancam akan menyiksanya dengan siksaan yang amat pe¬dih. Sebagaimana disebutkan dalam Firman¬Nya:
“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang pedih”. (QS. Asy-Syuura 42:42)
Itulah diantara ancaman siksa bagi siapa yang berbuat dzalim di muka bumi ini dan mengikuti jejak Iblis Akwan.
Iblis Hafaf
Iblis ini bertugas menyesatkan dan menje¬rumuskan kaum muslimin ke lembah nista yang berlumur dosa dengan cara melakukan tipu daya dan bujukan agar kaum muslimin membiasakan minum minuman keras. Sebab jika seseorang sudah minum minuman keras dan mabuk, maka segala bentuk kemung¬karan yang lain dengan mudah ia laksana¬kan. Seperti berzina, membunuh, berbuat aniaya, mencuri dan segala kemungkaran yang lain. Karena tingkah laku orang yang sedang mabuk itu tidak dapat dikendalikan oleh otaknya, jiwanya dan perasaannya sudah dikuasai oleh Iblis. Untuk itu, ia mudah dibimbing oleh Iblis guna dijeblos¬kan ke dalam kemaksiatan dan kekufuran. Banyak sekali orang yang tadinya tidak berani membunuh, merampok dan berzina, akan tetapi setelah ia menenggak minuman keras dan mabuk, maka segala bentuk kemak¬siatan di atas itu dapat dilakukannya dengan mudah, sepertinya tidak ada beban baginya.
Agar tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu Iblis Hafaf, Allah telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak meminum minuman keras, karena minuman keras adalah identik dengan setan. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (memi¬num) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-¬perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah 5:90)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:
“Jauhilah khamer, sesungguhnya khamer itu adalah sumber segala kejahatan (kemaksiatan).
Didalam hadits lain yang bersumber dari Anas ra, dikatakan sebagai berikut:
Rasulullah sShallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknati sepuluh orang karena khamer, yaitu
1. Orang yang memeras bahan khamer.
2. Orang yang minta diperaskan bahan khamer untuk diminumkan kepada orang lain.
3. Orang yang minum khamer
4. Orang yang membawa khamer
5. Orang yang dituju untuk dibawakan khamer kepadanya.
6. Orang yang menuangkan minuman keras ke gelas atau lainnya.
7, Orang yang menjual minuman keras.
8. Orang yang memakan harta hasil penjualan minuman keras.
9. Orang yang membeli minuman keras.
10. Orang yang dibelikan minuman keras.
(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Demikianlah ancaman bagi orang yang me¬ngikuti Iblis Hafaf, yang mau menenggak minuman keras dan benda yang memabukkan lain¬nya.Ini malah dicampur lagi dengan oplosan tolol seperti saripuspa,spiritus,dan lainnya.Sungguh manusia itu tolol.Ya mampus .
Iblis Wamurah
Iblis Wamurah ini bertugas menjerumus¬kan para penyanyi agar mendendangkan lagu yang penuh maksiat, mengajak berbuat munkar, serta lagu-lagu yang bersyair ke¬bebasan tanpa etika. Juga menjerumuskan para penyanyi agar berpenampilan seronok, yang dapat mengundang luapan nafsu dan maksiat. Dengan demikian orang akan mudah digiring untuk dijebloskan dalam dunia munkar dan maksiat. Nyanyian dan biduanitanya itu termasuk salah satu alat Iblis yang paling ampuh untuk menjerumuskan orang ke dalam jurang kesesatan yang penuh dengan lumuran dosa. Banyak sudah orang yang melakukan kemaksiatan karena terpengaruh oleh syair lagu-lagu maksiat, atau dikarenakan men¬contoh tingkah laku artis yang diidolakan yang senang berbuat munkar, bergaul bebas dan akhlaknya yang buruk.
Oleh karena itu, untuk menangkal bujuk rayu dan propaganda yang menyesatkan yang ditiupkan oleh Iblis Wamurah adalah dengan menanamkan aqidah yang kuat dan akhlak yang mulia. Sebab dengan ber¬pegang teguh pada kedua faktor diatas Insya Allah diri akan selamat dari godaan Iblis Yang jahat ini.
Iblis Laqwas
Iblis Laqwas adalah Iblis yang bertugas mempengaruhi manusia agar tetap kafir, tetap musyrik dan tetap menyembah ber¬hala atau sesembahan lainnya selain Allah. Sudah banyak orang yang disesatkan oleh Iblis Laqwas, terkadang ia mengganti ben¬tuknya seperti seorang syekh lalu memberi¬kan pelajaran atau tuntunan yang meng¬arah kepada kemusyrikan dan pemurtadan dengan berbagai dalih serta promosi yang mengikat, sehingga banyak orang yang le¬mah imannya keluar dari jalur Islam karena mengikuti saran Iblis Laqwas, hanya demi mendapatkan sesuap nasi, jabatan, kedu¬dukan, pekerjaan, fasilitas, bahkan ada yang rela melepaskan keimanannya demi sang kekasih.
Orang yang menyembah selain Allah, berarti dirinya menjadikan Iblis sebagai pelindung¬nya, yang harus diikuti tingkah lakunya. Mereka tidak sadar kalau dirinya telah di¬sesatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan ke dalam jurang kekufuran. Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:
‘Sesungguhnya mereka menjadikan seran-setan pelin¬dung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.’ (QS. Al-A’raf 7:30)
Di dalam ayat yang lain Allah Ta’ala telah memperingatkan kepada umat manusia agar tidak mudah ditipu oleh setan maupun Iblis, sebab makhluk jahat ini dalam menyesatkan dan mengkufurkan manusia menggunakan bujuk rayu dan tipu muslihat yang sangat memikat, maka tidak heran bila banyak orang yang lemah imannya menjadi korban tipu muslihatnya.
Mengenai hal ini Allah Ta’ala berfirman:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga. (QS. Al-A’raf 7:27)
Meskipun ada peringatan ayat diatas, masih banyak saja orang yang mengikuti Iblis Laqwas melakukan kekufuran dan kemusyrikan. Mereka mengira bahwa apa yang mereka perbuat itu merupakan jalan yang benar dan dapat memberi petunjuk kepada mereka, padahal jalan yang mereka tempuh itu sesat dan dapat mendatangkan siksa Allah. Itulah gambaran orang yang telah dijerumuskan oleh Iblis Laqwas ke¬dalam kesesatan.
Iblis A’war
Iblis ini bertugas untuk mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan wanita untuk melakukan perbuatan zina, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.
Iblis A’war menggunakan “Pandangan Mata” sebagai cara yang paling ampuh untuk mem¬bakar nafsu kaum lelaki dan wanita untuk berbuat maksiat.
Mujahid berkata : Ketika wanita itu meng¬hadap, maka Iblis duduk di kepalanya untuk menghiasi Wajah wanita tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya, dan jika wanita itu berpaling ke belakang, maka Iblis duduk di pantatnya untuk meng¬hiasi pantat tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya.
Apa yang dikatakan oleh Mujahid diatas itu memang benar, sebab umumnya lelaki bila melihat wanita ketika berhadapan, maka yang pertama kali diperhatikan adalah wajahnya, sedangkan ketika melihat wanita yang berjalan didepannya, maka yang pertama kali diperhatikan adalah pantatnya, karena itu memang tempatnya Iblis.
Nabi Yahya as pernah ditanya: “Apa yang menjadi penyebab perzinaan?”. Nabi Yahya as menjawab: “Yang menjadi penyebabnya adalah memandang wanita, lalu timbul dalam hati keinginan untuk berzina dengan¬nya. Zina mata itu termasuk dosa kecil, dan hal ini dapat mendekat¬kan pada perbuatan dosa besar, yaitu zina farji. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak mampu menundukkan pandangannya, maka niscaya ia tidak akan mampu menjaga farjinya”. Demikian jawaban Nabi Yahya as ¬terhadap penanya tadi.
Nabi Isa as (Yesus) pernah berkata: ‘Takutlah kamu memandang (wanita), karena sesungguh¬nya memandang itu dapat menumbuhkan syahwat didalam hati, dan ini sudah cukup mendatangkan fitnah”.
Berkatalah Sa’ad bin Jubair ra: “Sesungguh¬nya fitnah yang menimpa Nabi Daud as adalah dari memandang (wanita)”.
Dan masih banyak orang laki-laki maupun wanita yang berbuat zina yang diawali dari kebiasaan memandang lawan jenisnya yang bukan muhrimnya. Karena memandang merupakan panah Iblis yang sangat ampuh untuk menjerumuskan laki-laki dan wanita ke dalam perbuatan nista yang penuh dengan dosa. Sekarang tidak sedikit orang yang men-jadi budak Iblis A’war karena ingin melampiaskan nafsunya. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari godaan lblis ini.
Iblis ini juga tugasnya mengencingi orang supaya malas bangun untuk beribadah. Jika orang sudah malas bangun malam untuk beribadah berarti dirinya mementingkan tidur¬nya, tidak memikirkan tentang kehidupan¬nya nanti di akhirat, tidak mau bermunajat kepada Allah berarti ada hal yang lebih pen¬ting selain bermunajat, apakah itu tidur atau kegiatan-kegiatan lain yang berbau duniawi¬yah. Kalau hal ini sudah menjadi kebiasaan seorang hamba, maka akan mempermudah Iblis menjauhkan dia dari kegiatan agama, lama kelamaan dirinya akan bisa meninggalkan aktivitas ibadah. Kalau sudah begini, Iblis tinggal menggiring dia untuk dijeru¬muskan ke dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran.
Iblis Al-Wasnan
Banyak orang terjerumus menjadi ahli mak¬siat, bahkan dirinya sampai rela menanggal¬kan aqidahnya yang disebabkan oleh malas beribadah.
Malas beribadah itu menunjuk¬kan lemah keimanannya, bahkan keimanan¬nya bisa sebagai lipstik belaka, sebagai pe¬manis bibir saja, buktinya ia mengaku ber¬iman tetapi tidak mau beribadah, bahkan perintah agama ia tentang, larangannya ia terjang. Orang-orang seperti inilah yang setia menjadi pengikut Iblis Al-Wasnan, yang malas beribadah tetapi senang bermaksiat. Al-Qur’an telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak mengikuti langkah-¬langkah Iblis, sebab Iblis itu menyesatkan, menyauhkan orang agar tidak beribadah ke¬pada Allah Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-An’am 142:
“Dan janganlah kamu mmglkuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al An’am 6:142)”
Dengan demikian, bila ada orang malas ber¬ibadah, senang berbuat munkar, maka dia telah menjadi teman Iblis.
Iblis Dasim
Iblis yang satu ini~bertugas untuk mempe¬ngaruhi, menggoda dan mendorong suami istri untuk melakukan penyelewengan. Dengan terjadinya penyelewengan, maka sudah barang tentu rumah tangganya akan menjadi berantakan, tidak harmonis, jauh dari kebahagiaan yang pada akhimya nanti akan terjadi perceraian. Inilah yang diingin¬kan oleh Iblis Dasim.
Dengan terjadinya perceraian, maka orang akan mudah untuk digiring berbuat munkar dan maksiat, meskipun tidak sedikit orang yang tidak menikah juga tenggelam dalam dunia maksiat. Setidak-tidaknya orang yang sudah bercerai itu dapat dimanfaatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan dalam perbuatan nista, seperti zina dan perbuatan munkar lainnya, karena ia sudah tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan kebutuhan bio¬logisnya secara halal. Karena diantara tujuan pernikahan adalah untuk menundukkan pandangan mata, menyalurkan kebutuhan biologis secara halal, untuk memperoleh keturunan, disamping menjalankan Sun¬nah Rasulullah saw. Dan masih banyak lagi bahaya atau madlarat yang disebabkan tidak menikah, dan keadaan inilah yang dimanfaat¬kan oleh Iblis Dasim untuk menjerumus¬kan kaum muslimin ke lembah nista yang penuh dengan dosa.
Oleh karena itu, Iblis sangat membenci ter¬hadap keluarga yang rukun, damai dan sejahtera. Sebab kondisi keluarga seperti ini akan mendapat limpahan rahmat dan ber¬kah dari Allah Ta’ala.
Itulah nama-nama Iblis yang dikatakan oleh Umar bin Khathab yang bertugas menye¬satkan manusia untuk dijerumuskan ke dalam kefasikan, kemaksiatan, kemusyrikan dan keku¬furan, yang nanti menjadi temannya di dalam neraka. Semoga Allah menjauhkan dan menyela-matkan kita dari segala tipu daya Iblis ini.
CARA KERJA IBLIS MENGENDALIKAN GERAK MOTORIK MANUSIA
Tuhan telah menyematkan kepada kita 2 (dua) unsur nafs yakni : akal budi,sekaligus nafs syetani.
*          فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا         *
“Maka Dia mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”,(QS.91:8).
Kedua nafs manusia tersebut dimaksudkan Tuhan sebagai wahana alternatif bagi manusia untuk memilihnya.Sistim,tata cara serta jalur jalurnya telah di berikan pedomannya olehTuhan.Bagi yang memilih nafs kebajikan / akal budi sebagai jalan yang ditempuhnya maka Tuhan tentu memberikan apresiasinya.Begitu juga bagi manusia setelah di beri petunjuk / informasi untuk memilih akal budi sebagai jalan yang harus ditempuhnya namun manusia itu tidak mematuhinya dan memilih nafs syetani / jalan kefasikan,maka Tuhanpun telah menyampaikan ancaman / sangsinya.
Nafs kefasikan itulah yang merupakan domisili nafs syetani yang ada dalam diri kita dalam bentuk sifat / bakat asal.Keberadaannya sebenarnya tertutup,tersembunyi dalam relung qalbu yang paling dalam,namun terluar dari inti qalbu yakni “NURANI”.(Oleh karena itu kadang ada ungkapan : “coba renungkan dengan hati nurani yang paling dalam”.).Dengan demikian letak “NURANI” ada pada inti qalbu diselimuti oleh lapisan “Nafs kefasikan” .Antara nafs kefasikan dengan nafs kebajikan tersebut masing masing terdapat saluran lembut (batin) dan terkoneksi dengan “HASRAT” yang terhubung ke jaringan otak manusia,yang merupakan domisili “AQAL” / pikiran dalam benak manusia,yang pada ujung aqal pikiran manusia tersebut terdapat “antena penerima / receiver” untuk menangkap maupun menerima signal signal ilahiyah ( jalur Tuhan memberikan pencerahan,inspirasi maupun ilham) kepada manusia.
Ketika Tuhan memberikan signal petunjuk kepada seseorang,maka receiver aqal pikiran manusia menangkapnya kemudian diteruskan ke dalam qalbu dan qalbu mentransfer ke kedua nafs tersebut,dan masing berebut untuk meng-eksekusinya dengan memerintahkan aqal pikiran untuk memberi perintah kepada anggota badan sesuai niatnya.
Perbedaannya adalah ketika nafs kebajikan akan selalu meng-eksekusi perintah niat baiknya,maka saat bersamaan itu pula secara otomatic nafs kebajikan menutup/menyumbat jaringan nafs kefasikan ,sehingga eksekusi berjalan lancar diiringi gerakan motorik anggota tubuh untuk melaksanakannya,maka lahirlah “PERBUATAN BAIK”.
Nah,ketika iblis mengetahui katub nafs kefasikan tertutup oleh tekanan arus nafs kebajikan,maka saat itulah iblis berupaya merasuk ke dalam qalbu manusia,berusaha untuk membuka katub nafs kefasikan yang tertutup / terhambat oleh nafs kebajikan,kemudian membisikkan bisikan iblis,maka jika nafs kebajikan kalah (tidak ada usaha manusia itu untuk mengendalikan nafsyunya),maka nafs kefasikan menggantikan eksekusi dengan memerintahkan qalbu untuk berniat jahat,maka lahirlah perbuatan negatif,itulah perbuatan syetani,dan berubahlah kita menjadi manusia iblis/syetan.
Cara cara iblis merasuk ke dalam tubuh manusia kemudian bertengger di qalbu dan menguasai nafs kefasikan sebagai berikut :
Caranya sangat banyak,diantaranya melalui pembuluh darah di bagian anggota tubuh bawah,kanan kiri,atas dan depan belakang kita.Jangan menganggap tubuh manusia itu rapat.Manusia itu memiliki pori pori,nah ilmu medis telah mengungkapkan bahwa pori pori manusia itu seperti sebuah lorong lorong berlobang pada jaringan kulit dan daging manusia.Ukurannya sangat kecil,tidak hanya mikron tetapi ukuran nano.Namun bukan penghalang bagi iblis masuk melalui pori pori kita,sebab ia diberikan kemampuan merasuk ke dalam lubang lubang nano.Saat merasuk melalui pori pori manusia,iblis kemudian menumpang aliran darah sepanjang pembuluh darah mengaliri tubuh hingga ia berlabuh di jaringan pembuluh darah hati,kemudian menyusup ke dalam inti hati (Qalbu).Nah,sampailah ia di gerbang Nafs Az-Zulmun (singgasana nafs kefasikan berada).Kemudian iblispun memulai operasinya dari sana.
Demikianlah mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk tidak menuruti hawa nafsyu syetani,untuk tidak mengikuti bisikan syetani.Pantesan Tuhan selalu bilang kepada kita untuk selalu beristighfar memohon ampunan,untuk selalu berdzikir mengingat-Nya.Sebab karena kita selalu cenderung kalah dengan nafs syetani kita,sebab karena kita selalu menuruti hawa nafs syetani kita.Sedangkan istighfar dan dzikir ternyata berfungsi menguatkan nafs Al Muthmainnah yang ada di dalam qalbu kita.
Untuk penjabaran tentang jenis jenis nafs manusia,silahkan buka dan baca pada link berikut :
KEMENANGAN IBLIS / SYETAN
Mengenali keadaan umat manusia yang membuat syetan “PESTA PORA” karena keberhasilan menciptakan “manusia syetan” :
1. Terjadinya perceraian rumah tangga.
Iblis sebagai pengendali syetan selalu memuji semua keberhasilan para syetan (baca: para manusia syetan), tetapi Iblis akan membanggakan kelompok syetan yang berhasil menceraikan suami istri,
“…syetan menggoda untuk menceraikan suami dengan istrinya .”(QS.2:102)
2. Durhaka pada orang tua,menyakiti orang tua,keluarga,dsb
3. Perkelahian,tawuran,anarkisme sampai membunuh atau terbunuh
4. Pecandu khamar – NARKOBA (QS 5:90)
5. Tenggelam dalam kejahatan,perjudian,prostitusi, terus menerus berzina
6. Ketagihan duit haram, seperti penipu, koruptor, perampok, rentenir dan sebagainya
7. “Attakabburru bil hasadi wal intiqoomi” Angkuh sekali dibarengi dengan sifat dengki, pemarah dan dendam kusumat (QS 31:18)
8. Menjadi dukun dan pengikut setia dukun ,menyantet orang,dsb
9.KDRT,pelecehan sexual, penyiksaan,dsb
10.Kikir,pelit,tak peduli dengan sesama,rakus dan bermewah mewahan.
11. Puncak kegembiraan syetan, manusia mati dalam keadaan ma’siyat sampai mati kafir kepada ALLAH,
“Sesungguhnya orang-orang kafir, dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka dilaknat ALLAH, para Malaikat dan manusia seluruhnya” (QS 2:161).
Setelah iblis berhasil mencetak manusia syetan,maka ketika manusia tersebut mengalami celaka,apes dan siksaan akibat laku perbuatannya,maka saat itulah iblis akan tertawa terbahak bahak dan melarikan diri tak menolongnya sedikitpun.(QS.8:48).
CARA MENANGKAL SYETAN IBLIS AGAR KITA TIDAK MENJADI MANUSIA IBLIS :
Kita memang tidak dapat menghilangkan syetan yang ada dalam diri kita,namun saat kita terjebak dengan nafs syetani kita maka segeralah beristighfar memohon ampunan dan berzikir kepada Allah Ta’ala.Contoh: ketika kita marah,maka ya marah saja tetapi yang beralasan dan jangan lama lama dan segeralah saling menyadari dan maaf memaafkan.Kemudian istighfar (kata orang Jawa “eling”).Karena marah adalah sifat sunatullah kita.Bohong jika orang mengaku suci tak pernah punya amarah.
Hendaklah orang orang yang masih merasa kurang ilmu (awam) ya belajarlah menimbailmu.Dan bagi kaum intelektual (Kyai,ulama,ustadz,pendeta,bhiksu serta profesional lainnya),hendaklah jangan merasa lebih tinggi dan menyombongkan diri.Ingat bahwa ilmu yang sudah di kuasai adalah hanya setetes dari lautan ilmu Tuhan.Jadi jangan merasa diri cukup atau puas ditempat.Sebab semakin takabur maka semakin iblis menugaskan jenis syetan yang lebih kuat.
Kemudian berlindunglah kepada Tuhan agar dijauhkan dari tipu daya iblis dan syetan kita.
(
QS.23 : 97 s/d 98 , 7 : 200 s/d 202 , 113 : 02 s/d 05 , 114 : 01 s/d 06).
Kemudian berlaku perbuatan yang “low profil” saja,berbuat kemanfaatan bagi diri sertasekelilingnya.Dan segera tinggalkanlah situasi situasi yang tidak menguntungkan dan mengarah pada terjadinya angkara murka dan segera hindari zona zona yang bakal dijadikan sebagai pesta poranya syetan dan iblis.Atau kita akan terjebak pada dilema “menjadi tumbal” syetan iblis.
KESIMPULAN
*Maka sesungguhnya syetan iblis itu bisa berupa wujud sebagai manusia berdasi,manusia bersorban,manusia bergamis,berjilbab,ber-rosario,berkalung untaian tasbih tasbih,dan lain sebagainya.
*Setiap syetan sudah pasti iblis dan setiap iblis sudah pasti syetan,tetapi tidak setiap Jin dan Manusia itu iblis dan syetan,yakni manusia manusia yang menyadari bahwa di dalam dirinya terdapat nafs syetani kemudian berusaha untuk menumpasnya dengan selalu beristighfar,berzikir,mudah meminta maaf,kemudian berlaku perbuatan yang bermanfaat bagi diri serta kepada orang lain dan alam semesta.
*Nafs syetani yang ada dalam diri kita tak akan pernah menjelma jika kita kuat dan selalu mengikuti jiwa keilahian dan menutup rapat katub nafs
 kefasikan.Dan upaya iblis merasuki tubuh kita tak akan terjadi jika kita menebalkan nafs keimanan,ketaqwaan dan kemukhlisan.
QS.16:99
QS.38:82 – 83
Demikian semoga bermanfaat dan diambil hikmahnya,
Salam Cahaya-Nya.
Kelana Delapan Penjuru Angin,
Lembah Burangkeng ,Jum’at 28 Muharram 1436 H / 21 November 2014.
CopyRights@2014.
Reff :
*Risalatul Islam – KH.M.Syamsuddin – Prembun – Jawa Tengah.
*Al Ban Al Jan – KH.M.Syamsuddin – Prembun – Jawa Tengah.
* http://risalaharifin.blogspot.com/2012/01/keberhasilan-setan-menggoda-manusia.html
* http://www.akhirzaman.info/allien-a-ufo/75-alien/871-nama-nama-iblis-yang-menggoda-manusia.html
* http://www.solusiislam.com/2013/04/6-langkah-dan-cara-setan-menggoda.html
*Al Qur’an terjemah DEPAG RI
*Klasifikasi Kandungan Al Qur’an – Choirudin Hadhiri Sp.
*Perjalanan suluk SSJ – Al Ustadz Agus Sunyoto.